Sebut Saja Angkanya

uang

Adalah suatu hal yang lumrah ketika pada saat intervew kerja, pelamar diberikan pertanyaan mengenai berapa gaji yang diinginkan. Hal bisa menurut saya, karena (bagi saya) pekerjaan adalah saling kecocokan, sama seperti mencari pasangan. kalo ga cocok ya ga bisa berlanjut.

Dari beberapa kali kesempatan, ketika saya menjadi interviewer, menanyakan hal tersebut kepada pelamar. Beberapa diantaranya tidak berani menyebut angka, atau bahkan menyebutkannya dengan nada ragu. Hal ini saya temukan (sebagian besar diantaranya) adalah dari pelamar yang berasal dari daerah atau kota penyangga/kota kecil. Entah karena minder, tidak tahu ‘harga’, atau memang tidak terbiasa.

Bagi saya (interviewer) ketika seseorang menyebutkan angka, maka dia tahu target apa yang dia inginkan. Hal ini tentu baik untuk pekerjaan, bukan karena mengejar nilainya, tapi dia tahu apa yang harus dia kerjakan. Maka dia akan melakukan segala hal untuk mencapai target yang dibebankan (sesuai dengan gaji yang dia inginkan).

Lalu pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menyebut angkanya? Continue reading “Sebut Saja Angkanya”

Resign dengan Profesional

Kita pasti sudah banyak membaca dan mendengar mengenai profesionalitas dalam dunia kerja, tentang bagaimana kita bekerja, bagaimana kita berpenampilan, bagaimana kita berinteraksi dengan rekan dan atasan, hingga tentang bagaimana profesionalitas menyangkut hal-hal teknis macam manajemen waktu dan cara mengatasi masalah. Nah, sedikit yang membahas tentang etika resign yang baik, yang profesional.

Resign dengan cara yang baik diperlukan karena itu adalah etika atau sopan santun yang mencitrakan diri kita, siapa kita sebenarnya. Dan bisa jadi, mempengaruhi masa depan kita. Ketika kita bergabung dengan perusahaan, tentu kita diterima dengan baik, maka alangkah baiknya jika mengundurkan diri juga dengan cara yang baik juga. Sama halnya ketika ada tamu yang datang ke rumah kita, tentu dia akan mengetuk pintu terlebih dahulu, dan berpamitan ketika meninggalkan rumah.

Beberapa cara resign yang profesional menurut saya, diantaranya adalah:

  1. Baca aturan perusahaan tentang pengunduran diri. Biasanya tertera ketika mengundurkan diri, maka pengunduran efektif berlaku satu bulan setelah pengajuan. Hal ini berkaitan dengan alih-tugas dengan rekan lain, pengurusan administrasi (perhitungan tanggungan, asuransi, pajak, dll) dan lain sebagainya.
  2. Komunikasikan terlebih dahulu secara personal dengan atasan, agar atasan dapat mempersiapkan team dengan baik pasca pengunduran diri kita. Ini juga adalah etika permisi dengan orang yang kita hormati dan orang yang sudah banyak membantu kita.
  3. Ajukan surat pengunduran diri secara tertulis dan legal kepada bagian yang berwenang
  4. Bersama atasan, siapkan skenario serah-terima tanggung jawab kepada rekan kerja
  5. Kembalikan fasilitas kerja yang dipinjamkan kepada bagian yang berwenang
  6. Traktir makan rekan-rekan kerja di restoran paling enak. Eh, ini optional 😀
  7. Ucapkan terima kasih kepada rekan kerja, atasan, dan juga OB yang telah banyak membantu selama bekerja

Etika diperlukan dalam setiap kehidupan kita, terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Etika yang baik, mencitrakan siapa diri kita sebenarnya. 🙂

Berbagi itu bahagia

Share

cita-cita ini berawal di tahun pertama kuliah, tahun yang sama saat saya bergabung dengan unit kegitan mahasiswa, SCeN Club namanya. ketika itu ada sesi sharing pengalaman dari anggota senior, kelewat senior malah. dia sudah masuk dunia kerja waktu itu.

bahasannya menarik, terlihat dari mata teman-teman yang terlihat takjub. dan memang di bangku kuliah belum diajarkan. tak akan diajarkan. begitulah silabus di negeri ini, ada gap menganga antara mata kuliah untuk sarjana dengan dunia kerja. tak sambung.

“bertahun dari sekarang, kita yang akan di depan. memberi sharing”. begitu kata saya pada teman di sebelah. Continue reading “Berbagi itu bahagia”

Kerja Kerja Kerja (tepatkah ?)

Setahun yang lalu Indonesia mempunyai presiden baru, seorang putra Solo, berbadan kurus dengan prestasi dengan grafik eksponensial yang menakjubkan dalam 5 tahun terakhir. Terpilih kedua kalinya menjadi walikota Solo, menanjak menjadi gubernur DKI Jakarta, kemudian melesat menjadi pemimpin negeri yang indah ini. Joko Widodo atau lebih dikenal dengan Jokowi.

Sang Presiden punya jargon mahsyur, hingga menjadi nama untuk kabinetnya, “kerja kerja kerja”. Berikutnya, kita semua tahu, begitu banyak pekerjaan buat Jokowi dan kabinetnya. KPK v Polri, penentuan harga BBM, rupiah yang mengalah lawan dollar hingga kebakaran hutan (dan tentu masih banyak yang lainnya).

Kita semua mahfum bahwa tanpa ditambahpun, pekerjaan seorang Presiden lebih dari cukup untuk bisa diselesaikan selama masa menjabatnya. Tapi saya kok jadi kepikiran bahwa banyak pekerjaan presiden yang sifatnya baru, baru muncul setelah Jokowi menjabat. Atau dengan kalimat gaya warung kopi: Jokowi bikin masalah baru karena keputusannya. Tentu hal ini bisa diperdebatkan, tapi saya tidak tertarik mendebatkan apa saja masalah itu, tetapi mengenai bagaimana hubungan antara jargon dengan masalah baru yang timbul.

“Kerja kerja kerja” bisa sejalan apabila ada pekerjaan/masalah yang harus diselesaikan. Bila tidak ada pekerjaan/masalah ya tidak kerja, maka jargon tersebut tidak laku. Artinya, ntah ada hubungannya atau tidak, jargon tersebut mengundang timbulnya masalah baru. Bukankah perkataan adalah doa ? dan Tuhan menhabulkan permintaannya. Continue reading “Kerja Kerja Kerja (tepatkah ?)”

ERP

Agar investasi milliaran bisa maksimal

Perusahaan Anda sudah menggunakan ERP ? Jika belum segeralah mengimplementasikan ERP. Apapun mereknya, saya tidak merekomendasikan brand khusus (meski saya adalah konsultan SAP) karena setiap brand punya karakteristik masing-masing. Tapi percayalah, dengan ERP ada banyak hal yang bisa didapatkan. Seperti: Real-time report, Akurasi laporan, atau pengawasan yang lebih baik.

Ketika sudah mengimplementasikan ERP yang rata-rata lebih dari 3 bulan (ya, ERP yang beneran dan bukan abal-abal butuh waktu untuk implementasi) kemudian apa yang harus dilakukan ? Semoga ERP yang sudah diimpementasikan tidak menjadi sarana input data saja. Ada fungsi luhur di sana, Analisa. Tanpa bisa digunakan untuk analisa, maka investasi Anda yang ratusan juta hingga milliaran itu terbuang PERCUMA. Continue reading “Agar investasi milliaran bisa maksimal”

Makna tersembunyi Idul Adha

Idul Adha

Ignore judulnya, saya hanya membuat judul sedikit provokatif agar terlihat lebih menarik seperti dalam tips menulis blog agar banyak visitornya. 🙂

Saya sendiri hanya mau menulis apa yang baru saya pelajari. Yap, meskipun sudah hampir 30 hidup dalam keadaan Islam, tapi saya merasa masih banyak yang saya tidak paham. Dan bodohnya, saya tidak berjuang mempelajarinya. Hanya sekedar membaca dan ikut hadir dalam pengajian dan kajian.

Tulisan ini saya buat menjelang Idul Adha, kurang dari sepuluh hari lagi. Sebelumnya saya (lebih) sering mendengar bahwa Idul Adha adalah peristiwa yang mencontohkan mengenai pengorbanan. Apa yang sudah diberikan Allah maka korbankan atau sedekahkan karena sebagian dari apa yang kita miliki ada hak orang lain. Tentu saja. Dan itu sama sekali tidak salah.

Ternyata ada pelajaran lain yang menarik bagi saya. Bahwasanya peristiwa Idul Adha adalah contoh ajaran tauhid paling luar biasa. Dan Nabi Ibrahim adalah termausk orang yang paling sukses dalam ketauhidan. Beliau belajar (dan diajari oleh Allah) sejak masih kecil. Ingat cerita bagaimana beliau mencari Tuhannya ketika masih berusia muda: Continue reading “Makna tersembunyi Idul Adha”

Menonton acara televisi lokal mematikan kreativitas

25 tahun terakhir adalah revolusi tersendiri di Indonesia. Sejak stasiun tv (terutama swasta) mulai bermunculan. menurut survey nielsen, 95% penduduk indonesia adalah penonton televisi, atau 3x lipat pengguna internet! Dimana menurut KPI, anak-anak duduk menikmati acara televisi selama 1600 jam per tahun, bandingkan dengan jumlah jam mereka di sekolah yang hanya 740 jam.

Continue reading “Menonton acara televisi lokal mematikan kreativitas”

Ibu ku JUARA!

Ah siang ini, pas lagi asyik-asyiknya ngobrol dengan kakak tentang jodoh, ya tentang jodoh, dapet interupt. Kakak mengalihkan obrolan yang melalui whatsapp itu: “coba telpon ibu, rumah habis kemalingan. uang, buku tabungan, dan perhiasan hilang”.

astaghfirullah

kemudian saya menelepon ibu:

“Assalamualaikum.. ibu, ada kabar apa di rumah?”

“Waalaikumsalam, rumah dimasuki orang. alhamdulillah tv, tape, vcd, komputer gak diambil. tapi perhiasan, uang dan buku tabungan diambil. gak papa, semuanya cuman titipan Allah.”

“Brapa uang yang diambil, bu?”

“Sudah, ibu tidak menghitungnya. semua titipan Allah”.

dua jawaban singkat dari ibu. singkat, tapi buat saya itu jawaban betapa hebatnya ibu.

terima kasih ya Allah, Engkau menurunkan ku melalui rahim seorang ibu yang sangat hebat. Ibu, aku menyayangi mu karena Allah.

your mother is your source of success

saya sendiri baru menyadari arti dari ‘your mother is your source of success’ 2 tahun lalu, belum lama.

ketika itu saya merasakan bahwa hidup saya kacau, tak ada tujuan. uang yang masuk hanya singgah sebentar, dan kemudian hilang entah kemana. setiap malam dari yang masa masih di rumah saya bisa tidur mulai jam 9 malam, menjadi tak bisa tidur hingga lebih dari jam 12 malam, itu pun karena capek.

saat itu saya berpikir bahwa saya harus membuat spasi dalam hidup saya. ya spasi kehidupan, layaknya sebuah jeda dalam kalimat agar kalimat tersebut indah dibaca. saya kemudian resign dan pulang kembali ke rumah. saat yang tepat ketika itu, karena tak lama kemudian adalah bulan puasa. saat tepat untuk bercermin.

kekacauan hidup tak berhenti seketika, hingga pertengahan bulan puasa atau hampir 2 bulan saya menganggur. bapak sudah mulai tanya kanan-kiri apakah ada lowongan kerja untuk anaknya. –saya tidak banyak keluar rumah untuk mencari kerja, hanya lewat internet yang memang tidak terlalu terlihat sebagai sebuah usaha oleh bapak.

tepat di pertengahan ramadhan tersebut, saya mendapat invitation tak terduga untuk tes kerja di salah satu perusahaan rokok terbesar Indonesia. dengan lancar dan meyakinkan saya berhasil lewati rangkaian tes tulis dan interview hrd. namun ntah mengapa sebelum berangkat untuk tes terakhir hati ini aneh serasa ragu untuk berangkat. dan kemudian saya ceritakan kegelisahan tersebut kepada ibu.

ibu berpesan: “sepintar apapun kamu, kamu tidak bisa membolak-balikkan hati dan pikiran yang mengintervew kamu, hanya Allah yang bisa. berdoalah, mintalah” Continue reading “your mother is your source of success”