Sebut Saja Angkanya

uang

Adalah suatu hal yang lumrah ketika pada saat intervew kerja, pelamar diberikan pertanyaan mengenai berapa gaji yang diinginkan. Hal bisa menurut saya, karena (bagi saya) pekerjaan adalah saling kecocokan, sama seperti mencari pasangan. kalo ga cocok ya ga bisa berlanjut.

Dari beberapa kali kesempatan, ketika saya menjadi interviewer, menanyakan hal tersebut kepada pelamar. Beberapa diantaranya tidak berani menyebut angka, atau bahkan menyebutkannya dengan nada ragu. Hal ini saya temukan (sebagian besar diantaranya) adalah dari pelamar yang berasal dari daerah atau kota penyangga/kota kecil. Entah karena minder, tidak tahu ‘harga’, atau memang tidak terbiasa.

Bagi saya (interviewer) ketika seseorang menyebutkan angka, maka dia tahu target apa yang dia inginkan. Hal ini tentu baik untuk pekerjaan, bukan karena mengejar nilainya, tapi dia tahu apa yang harus dia kerjakan. Maka dia akan melakukan segala hal untuk mencapai target yang dibebankan (sesuai dengan gaji yang dia inginkan).

Lalu pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menyebut angkanya?

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan riset kecil-kecilan. Tanyakan kepada rekan yang bekerja di perusahaan tersebut, atau setidaknya perusahaan lain yang satu level. bila tidak ada juga, cari yang tingkat pekerjaannya sama. Bila tidak ada teman, bisa tanya salah satu teman setia kita, google.

Untuk fresh graduate, sebaiknya cari tahu nilai UMR tahun itu dan di kota tempat perusahaan itu berada. Setidaknya, sekitar itulah gaji yang akan diterima. Tak perlu muluk-muluk dengan nilai yang diminta, karena (setahu saya) ada gap antara apa yang diajarkan di perkuliahan dan kebutuhan perusahaan. Tunjukkan kinerja terbaik, dan (semoga) mendapat apresiasi layak dari perusahaan.

Setelah mengetahui ‘harga’ yang seharusnya di dapat, silahkan menyebutkan angka yang diminta atau dengan range ‘harga’ yang sekiranya bisa disepakati. Dengan menyebut ‘harga’, tawaran anda akan dikomparasi dengan pelamar lain. Tentu hal tersebut akan menjadi pertimbangan perusahaan.

Bagaimana, mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *