Berbagi itu bahagia

Share

cita-cita ini berawal di tahun pertama kuliah, tahun yang sama saat saya bergabung dengan unit kegitan mahasiswa, SCeN Club namanya. ketika itu ada sesi sharing pengalaman dari anggota senior, kelewat senior malah. dia sudah masuk dunia kerja waktu itu.

bahasannya menarik, terlihat dari mata teman-teman yang terlihat takjub. dan memang di bangku kuliah belum diajarkan. tak akan diajarkan. begitulah silabus di negeri ini, ada gap menganga antara mata kuliah untuk sarjana dengan dunia kerja. tak sambung.

“bertahun dari sekarang, kita yang akan di depan. memberi sharing”. begitu kata saya pada teman di sebelah. Continue reading “Berbagi itu bahagia”

Kerja Kerja Kerja (tepatkah ?)

Setahun yang lalu Indonesia mempunyai presiden baru, seorang putra Solo, berbadan kurus dengan prestasi dengan grafik eksponensial yang menakjubkan dalam 5 tahun terakhir. Terpilih kedua kalinya menjadi walikota Solo, menanjak menjadi gubernur DKI Jakarta, kemudian melesat menjadi pemimpin negeri yang indah ini. Joko Widodo atau lebih dikenal dengan Jokowi.

Sang Presiden punya jargon mahsyur, hingga menjadi nama untuk kabinetnya, “kerja kerja kerja”. Berikutnya, kita semua tahu, begitu banyak pekerjaan buat Jokowi dan kabinetnya. KPK v Polri, penentuan harga BBM, rupiah yang mengalah lawan dollar hingga kebakaran hutan (dan tentu masih banyak yang lainnya).

Kita semua mahfum bahwa tanpa ditambahpun, pekerjaan seorang Presiden lebih dari cukup untuk bisa diselesaikan selama masa menjabatnya. Tapi saya kok jadi kepikiran bahwa banyak pekerjaan presiden yang sifatnya baru, baru muncul setelah Jokowi menjabat. Atau dengan kalimat gaya warung kopi: Jokowi bikin masalah baru karena keputusannya. Tentu hal ini bisa diperdebatkan, tapi saya tidak tertarik mendebatkan apa saja masalah itu, tetapi mengenai bagaimana hubungan antara jargon dengan masalah baru yang timbul.

“Kerja kerja kerja” bisa sejalan apabila ada pekerjaan/masalah yang harus diselesaikan. Bila tidak ada pekerjaan/masalah ya tidak kerja, maka jargon tersebut tidak laku. Artinya, ntah ada hubungannya atau tidak, jargon tersebut mengundang timbulnya masalah baru. Bukankah perkataan adalah doa ? dan Tuhan menhabulkan permintaannya. Continue reading “Kerja Kerja Kerja (tepatkah ?)”

Makna tersembunyi Idul Adha

Idul Adha

Ignore judulnya, saya hanya membuat judul sedikit provokatif agar terlihat lebih menarik seperti dalam tips menulis blog agar banyak visitornya. 🙂

Saya sendiri hanya mau menulis apa yang baru saya pelajari. Yap, meskipun sudah hampir 30 hidup dalam keadaan Islam, tapi saya merasa masih banyak yang saya tidak paham. Dan bodohnya, saya tidak berjuang mempelajarinya. Hanya sekedar membaca dan ikut hadir dalam pengajian dan kajian.

Tulisan ini saya buat menjelang Idul Adha, kurang dari sepuluh hari lagi. Sebelumnya saya (lebih) sering mendengar bahwa Idul Adha adalah peristiwa yang mencontohkan mengenai pengorbanan. Apa yang sudah diberikan Allah maka korbankan atau sedekahkan karena sebagian dari apa yang kita miliki ada hak orang lain. Tentu saja. Dan itu sama sekali tidak salah.

Ternyata ada pelajaran lain yang menarik bagi saya. Bahwasanya peristiwa Idul Adha adalah contoh ajaran tauhid paling luar biasa. Dan Nabi Ibrahim adalah termausk orang yang paling sukses dalam ketauhidan. Beliau belajar (dan diajari oleh Allah) sejak masih kecil. Ingat cerita bagaimana beliau mencari Tuhannya ketika masih berusia muda: Continue reading “Makna tersembunyi Idul Adha”

Ibu ku JUARA!

Ah siang ini, pas lagi asyik-asyiknya ngobrol dengan kakak tentang jodoh, ya tentang jodoh, dapet interupt. Kakak mengalihkan obrolan yang melalui whatsapp itu: “coba telpon ibu, rumah habis kemalingan. uang, buku tabungan, dan perhiasan hilang”.

astaghfirullah

kemudian saya menelepon ibu:

“Assalamualaikum.. ibu, ada kabar apa di rumah?”

“Waalaikumsalam, rumah dimasuki orang. alhamdulillah tv, tape, vcd, komputer gak diambil. tapi perhiasan, uang dan buku tabungan diambil. gak papa, semuanya cuman titipan Allah.”

“Brapa uang yang diambil, bu?”

“Sudah, ibu tidak menghitungnya. semua titipan Allah”.

dua jawaban singkat dari ibu. singkat, tapi buat saya itu jawaban betapa hebatnya ibu.

terima kasih ya Allah, Engkau menurunkan ku melalui rahim seorang ibu yang sangat hebat. Ibu, aku menyayangi mu karena Allah.

Kakek-berdoa

Ucapan mu adalah doa mu

Ada peribahasa ‘mulut mu adalah harimau‘ mu yang kemudian dimodernkan menjadi ‘tweet mu adalah harimau mu‘ yang kurang lebih mengandung arti agar kita berhati-hati dengan segala ucapan kita. Saya sendiri lebih tenang bila mengucapkan ucapan (mulut) mu adalah doa mu.

Hal tersebut terjadi lagi ketika kemarin ada teman kantor yang istrinya baru melahirkan setelah mereka menikah lebih dari 3 tahun. Usut punya usut, ternyata dia mengakui kalau dia pernah berucap:

“saya akan punya anak ketika berumur 30 tahun”.

Dikabulkan! Tahun ini dia sudah menginjak umur 30 tahun. Saat mengucapkannya pun bukan dalam keadaan setelah sholat atau ibadah lain, dia berucap ya dengan santai, saat ngobrol dengan teman-teman yang lain. Mengucapkannya pun sebelum menikah 🙂 Continue reading “Ucapan mu adalah doa mu”

Kepedulian Sosial Seorang Mukmin

Sudah sepertiga Ramadhan kita lewati. Selama itulah kita pernah merasakan lapar dalam kurun setahun ini. merasakan lapar, merupakan pengalaman yang berharga. Dibandingkan bila kita hanya mendengar adanya orang yang kelaparan; atau kita membaca berita ada orang yang mati kelaparan.

Kita menahan lapar tidak sampai mati. Karena, saat azan magrib tiba, kita terkadang melakukan balas dendam dengan menyantap segala makanan yang tersedia di meja makan.

Kita mau menahan lapar karena menuruti perintah Allah Ta’ala. tapi, tahukah kita di luar sana banyak kaum muslimin yang harus menahan lapar karena tanpa diperintah, karena itulah status hidup mereka. Tidak ada makana yang cukup membuat mereka kenyang sepanjang hari. tidur dalam keadaan lapar; bangun juga tidak menemukan makanan tersedia di depan mata.

Mereka tidak punya harta untuk membeli makanan bukan karena mereka pemalas. Mereka orang tua renta, yang sudah sepuh, tidak sanggup melangkah kaki; tidak mampu mengayun tangan untuk bekerja. Terkadang mereka harus memberi makan cucu mereka yang ditinggal yatim oleh orang tuanya.

Allah Ta’ala memanggil kita sebagai kaum mukminin untuk berpuasa, seperti dalam firmannya dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat ke-184. Tapi, pantaskah kita disebut sebagai orang mukmin kalau kita memahami sabda Rasulullah ini? Continue reading “Kepedulian Sosial Seorang Mukmin”

Blog Inspiratif ? ini dia

Sebagai manusia biasa, saya pasti juga pernah mengalami turunnya produktivitas. dan saya sangat yakin, hal tersebut juga terjadi pada Anda. Sangat manusiawi. Dan sangat manusiawi pula juga kita juga mencari kembali atau mendatangkan atau menciptakan kembali  semangat tersebut. Salah satunya adalah dengan membaca bacaan inspiratif, seperti blog-nya mas Yodhia Antariksa ini. Tulisannya ringan namun menggugah.

berikut ini adalah salah satu contoh tulisannya.

Tulisan saya minggu lalu yang bertajuk : Kenapa UMR 2013 Harus Menjadi Rp 2,5 juta/bulan menuai sejumlah komentar. Beberapa komentar memberikan counter-argument (yang isinya bahkan lebih panjang dibanding tulisan yang saya posting). Counter argument itu masuk akal dan layak diapresiasi. Toh, sejarah jua yang akan jadi saksi : apakah tulisan saya atau counter argument itu yang mengandung sekeping kebenaran. Continue reading “Blog Inspiratif ? ini dia”

Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu

kemarin, ketika obrolan di grup whatsapp makin seru tetiba saya terdiam, merenung sejenak setelah membaca salah satu postingan sahabat saya. berikut postingannya.

“Kisah dari kejadian nyata
 
Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
 Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
 Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
  Continue reading “Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu”